Isnin, Mei 16, 2011

KECERDASAN SPIRITUAL (SPIRITUAL QUOTIENT)




Tony Buzan
Pada abad 21, gerakan kerohanian akan menjadi salah satu dari 10 gerakan utama dunia.


John C. Friel dan Linda D. Friel
A. PENGERTIAN KECERDASAN SPRITUAL
SPIRITUALITAS adalah kapasitas inheren di dalam diri manusia. Kapasitas untuk apa?
B. TUJUAN KECERDASAN SPIRITUAL
Untuk:
Mempunyai hubungan dengan sesuatu di luar kita
(Tuhan, Allah, Hyang Widhi, Dewa)
2. Mempunyai perasaan mendalam dalam berhubungan dengan semua makluk
3. Mempunyai perasaan takjub serta kagum akan alam semesta yang sulit digambarkan, dimana kita merasa sangat kecil dan tak berarti.
SPIRITUALITAS erat kaitannya dengan seksualitas, kerendahan hati, rasa malu, syukur dan cinta.
Seorang yang mempunyai KECERDASAN SPIRITUAL mempunyai KEARIFAN, tahu kapan berbicara kapan diam, kapan berusaha mengubah sesuatu kapan tidak, kapan harus menyerah kapan harus berjuang tanpa mengenal lelah.
Seorang yang mempunyai KECERDASAN SPIRITUAL diperlengkapi dengan RASA MALU yang sehat.
Rasa malu yang sehat melahirkan TANGGUNG JAWAB.
C. BENTUK KECERDASAN SPIRITUAL
VERTIKAL
Berhubungan dengan YANG MAHA KUASA, melalui doa, dzikir, pujian dan melalui sikap tubuh tertentu
Semua yang terbentang di alam raya ini adalah
- bukti ke MAHA KUASAAN-NYA
- bentuk KEHADIRAN-NYA
- bukti KEMURAHAN-NYA
- bukti PEMELIHARAAN-NYA
ALBERT EINSTEIN:
Terhadap ke-MAHA-an itu kita hanya bisa menundukkan kepala dan berjalan dengan diam

2. HORISONTAL
Dalam menemukan NILAI (value) dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dalam berhubungan dengan orang lain, dalam belajar, dalam bekerja, dalam segala hal yang kita lakukan sehari-hari.
Seorang yang mempunyai KECERDASAN SPIRITUAL mampu memberi makna pada apa yang dilakukannya.
Memang sulit mempertahankan KECERDASAN SPIRITUAL saat ujian jeblok, diputus pacar, kehilangan orang yang kita cintai, sakit gigi atau ngantuk sementara masih ada tugas yang harus diselesaikan.
BUAH dari aspek horisontal ini adalah HATI NURANI. Hidup kita dituntun oleh hati nurani.
D. SUMBER KECERDASAN SPIRITUAL
Manusia mempunyai 3 (tiga) dimensi:
TUBUH : Dimensi fisik
JIWA : Dimensi kognitif
ROH : Dimensi batin
Karena manusia mempunyai ROH maka kita disebut MANUSIA SPIRITUAL (HOMO RELIGIOSUS).
ROH itu pulalah yang membuat hati kita dapat digetarkan oleh kekuatan Yang Maha Tinggi dan kekuatan cinta. Dengan demikian kita bisa berhubungan dengan Yang Maha Tinggi tersebut.
E. HAMBATAN-HAMBATAN MENUJU KECERDASAN SPIRITUAL
1. AROGANSI (Kesombongan)
Mengandalkan kekuatan pikiran sendiri. Tidak mau mengakui adanya suatu kekuatan di luar dirinya. Tidak memerlukan Tuhan.
 Kenyataan: KITA TIDAK BISA HIDUP TANPA TUHAN
2. SIKAP SINIS (Tidak Mempercayai Siapa pun)
Dunia makin kompleks sekaligus makin mencemaskan. Kita terjebak mencurigai setiap orang. Jangan-jangan ia akan mencopet, akan menjahili saya, akan menodong, akan merampok, akan mencederai atau akan merugikan saya.
 Kenyataan: MASIH BANYAK ORANG BAIK.
3. KETAKUTAN dan KESERAKAHAN (Tidak Ada Waktu)
Dewasa ini kita hidup seperti dikejar setan. Semua harus serba cepat dan terburu-buru. Semua serba sibuk dari pagi hingga malam, takut kalau ketinggalan, takut kalau tidak ‘kebagian’. Kita menjadi stress, depresi
Tidak ada waktu untuk sejenak berhenti dan merenung.
 Kenyataan: MERENUNG ADALAH MENIMBA SUMBER
KEKUATAN ROHANI
KETIDAKSABARAN (Ingin jalan pintas)
Keinginan mendapatkan kebahagiaan secara cepat mendorong orang untuk menggunakan jalan pintas dan tidak menghargai perjuangan.
 Kenyataan: PERJUANGAN MEMBERIKAN MAKNA DAN NILAI KEHIDUPAN
5. EGOISME (Tidak peduli)
Orang makin sibuk dengan diri sendiri dan urusan diri sendiri, tidak peduli dengan permasalahan orang lain, meski secara fisik mengadakan kontak sosial dengan orang lain.
 Kenyataan: PENUH PERHATIAN TERHADAP ORANG LAIN MENUMBUHKAN KEPEKAAN KITA
6. SKEPTISISME (Tidak mempercayai yang tidak rasional)
Skeptisisme dapat mengikis kecerdasan spiritual. Orang-orang skeptis hanya percaya pada hal-hal yang dapat dibuktikan secara nalar.
 Kenyataan: ADA KENYATAAN ATAU HAL-HAL DI ALAM YANG TIDAK SEMUANYA BISA DIBUKTIKAN DENGAN NALAR.
7. KETERTUTUPAN (Takut)
Seorang yang tertutup, tidak ingin orang lain mengetahui dirinya dan menjalin hubungan sosial dengannya. Diketahui oleh orang lain merupakan kenyataan yang harus dihindari.
 Kenyataan: KETERBUKAAN MERUPAKAN JALAN BAGI KEMERDEKAAN JIWA DAN BERBAGI DENGAN SESAMA

F. JALAN UNTUK MENGEMBANGKAN KECERDASAN SIPRITUAL
1.Luangkan waktu untuk refleksi, meditasi, atau berdoa
Refleksi dan meditasi merupakan cara jitu untuk masuk ke dalam jati diri kita.
2. Luangkan waktu bersama alam
Memandang laut, bintang di langit, pelangi, matahari terbit dan terbenam, menikmati susana pegunungan, dsb.
3. Kembangkan rasa humor
Rasa humor lahir dari wajah dan hati yang ceria, riang dan meluap-luap, bukan wajah dan hati yang murung.
4. Berjiwalah seperti anak-anak
Bukan kekanak-kanakan
Ciri jiwa anak: alami, spontan, riang, penuh tawa, antusias, jujur, tulus, cepat memaafkan.
5. Membaca
Seperti tubuh kita, pikiran dan hati kita memerlukan makanan. Bacaan yang bermutu merupakan makanan bergizi bagi pikiran dan hati kita.
6. Beramal
Kemurahan hati harus ditujukkan dalam bentuk nyata  BERAMAL. Beramal bukan hanya materi tetapi juga pikiran dan tenaga.

0 komentar:

Catat Ulasan

 
Design by yusup doank | Bloggerized by yusup doank juga | coupon codes